Terbaru

Masyarakat

Tiga Paket di Desa Sendoyan Tercatat “Sudah Selesai” di LPSE, Warga Pertanyakan Realisasi

Tiga paket pekerjaan Pemerintah Kabupaten Sambas di Desa Sendoyan, Kecamatan Sejangkung, menjadi sorotan

Berite Sambas16 September 2026Diperbarui 16 September 20263 menit baca18 views
Bagikan:
Tiga Paket di Desa Sendoyan Tercatat “Sudah Selesai” di LPSE, Warga Pertanyakan Realisasi

Beritesambas.com - Tiga paket pekerjaan Pemerintah Kabupaten Sambas di Desa Sendoyan, Kecamatan Sejangkung, menjadi sorotan setelah warga mempertanyakan realisasi pekerjaan di lapangan.

Berdasarkan penelusuran Berite Sambas pada sistem LPSE/Inaproc, ketiga paket tersebut tercatat berstatus “Paket Sudah Selesai”. tiga-pemenang-proyek

Ketiga paket itu yakni Rehabilitasi Saluran Irigasi Desa Sendoyan Kec. Sejangkung dengan pagu Rp175 juta. Paket tersebut dimenangkan CV Ampera Persada dengan hasil negosiasi Rp173.864.982,44.

Paket kedua, Rehabilitasi Saluran Desa Sendoyan Kec. Sejangkung, memiliki pagu Rp350 juta dan dimenangkan CV Anugerah Rezeki Asifa dengan hasil negosiasi Rp349.731.613,38.

Sedangkan paket ketiga, Pembangunan Bak Penampungan Air Hujan (PAH) Desa Sendoyan Kec. Sejangkung, memiliki pagu Rp100 juta dan dimenangkan CV Griya Tekno dengan hasil negosiasi Rp99.310.876,49.

Untuk paket Rehabilitasi Saluran Irigasi senilai Rp175 juta, data LPSE menunjukkan kontrak ditandatangani pada 15 April 2026. Dalam dokumen uraian singkat pekerjaan, masa pelaksanaan ditetapkan selama 90 hari kalender, dengan masa pemeliharaan 90 hari.

Sementara paket Rehabilitasi Saluran senilai Rp350 juta baru dibuat pada 4 Agustus 2026 dan kontraknya tercatat ditandatangani pada 12 Agustus 2026, dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender.

Menariknya, kedua paket rehabilitasi saluran tersebut sama-sama berlokasi di Desa Sendoyan dan memiliki ruang lingkup pekerjaan yang hampir serupa, antara lain galian tanah menggunakan excavator, galian tanah biasa, pengangkatan gulma dan galian lumpur.

Kondisi tersebut menjadi pertanyaan warga, terutama mengenai titik atau segmen saluran yang menjadi lokasi masing-masing paket pekerjaan.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku belum melihat sejumlah pekerjaan tersebut direalisasikan sebagaimana yang diharapkan. Warga juga mempertanyakan keberadaan papan informasi proyek serta pelaksanaan MC 0 (Mutual Check 0) atau pemeriksaan bersama awal.

Menurut warga, saluran yang mengalami pendangkalan selama ini menjadi persoalan bagi masyarakat karena dapat menghambat akses menuju kebun dan lahan pertanian ketika air mulai surut.

Warga juga menyampaikan informasi mengenai kemungkinan perubahan titik pekerjaan dari lokasi yang direncanakan.

Paket PAH Sudah Ada Progres

pah-sendoyan-sejangkung

Sementara itu, untuk paket Pembangunan Bak Penampungan Air Hujan (PAH) senilai Rp100 juta, PPTK Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sambas memberikan klarifikasi bahwa kegiatan tersebut memang telah berjalan dan sudah terdapat progres di lapangan.

Menurut PPTK, pembangunan PAH disebar di sejumlah dusun sesuai kebutuhan masyarakat.

“Setiap dusun minta jatah, mungkin satu dusun hanya ada dua dan memang disebar-sebar,” ujar PPTK kepada Berite Sambas.

Dengan demikian, persoalan yang masih menjadi pertanyaan warga terutama berkaitan dengan dua paket rehabilitasi saluran di Desa Sendoyan.

Warga berharap instansi terkait dapat memastikan kesesuaian antara dokumen perencanaan dengan pelaksanaan di lapangan, termasuk lokasi pekerjaan, progres fisik dan pelaksanaan MC 0.(adm)

Bagikan:

Komentar

Komentar akan ditinjau terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Silakan login untuk ikut berkomentar.

Berita Lainnya di Masyarakat