Pemkab Sambas Kembali PTM, Disdikbud Kalbar Justru Terapkan BDR 14–18 September
Kebijakan pembelajaran di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap kembali menjadi perhatian.

Beritesambas.com - Kebijakan pembelajaran di Kalimantan Barat kembali menjadi perhatian di tengah kondisi kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
Di Kabupaten Sambas, Bupati Sambas melalui surat Nomor 400.3.1/376/DISDIKBUD-SET tertanggal 11 September 2026 menetapkan satuan pendidikan PAUD, TK/RA, SD/MI hingga SMP/MTs kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka penuh mulai Senin (14/9/2026).
Namun, pada saat yang sama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat mengeluarkan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR)/daring untuk periode 14–18 September 2026, sebagaimana tercantum dalam materi informasi yang beredar.
Kebijakan provinsi tersebut ditujukan untuk satuan pendidikan yang berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya jenjang SMA/SMK dan SLB.
Dalam materi tersebut, sekolah yang berada di wilayah dengan kualitas udara di bawah ambang tertentu dapat tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan sejumlah pembatasan. Sementara sekolah yang terdampak kualitas udara buruk diarahkan melaksanakan BDR/daring.
Kondisi ini membuat kebijakan pendidikan di Sambas pada periode 14–18 September memiliki perbedaan berdasarkan jenjang dan kewenangan pemerintahan.
Dengan demikian, siswa PAUD hingga SMP di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Sambas dijadwalkan kembali ke sekolah, sementara peserta didik SMA/SMK/SLB yang mengikuti kebijakan provinsi dapat menjalani BDR sesuai ketentuan yang ditetapkan Disdikbud Kalbar.
Sebelumnya, Disdikbud Kalbar juga telah beberapa kali menerapkan BDR bagi SMA, SMK dan SLB akibat kualitas udara tidak sehat yang dipengaruhi kabut asap karhutla. Kebijakan tersebut sebelumnya berlaku pada 7–11 September 2026.
Perbedaan kebijakan ini menunjukkan bahwa penanganan pembelajaran di tengah kabut asap tidak hanya bergantung pada kondisi udara, tetapi juga kewenangan masing-masing jenjang pendidikan.
Lantas, bagaimana kondisi kualitas udara terbaru di masing-masing wilayah di Kabupaten Sambas dan apakah seluruh sekolah sudah benar-benar aman untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka?(adm)
Topik Terkait
Komentar
Komentar akan ditinjau terlebih dahulu sebelum ditampilkan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Silakan login untuk ikut berkomentar.
Berita Lainnya di Masyarakat
Karhutla Kalbar Mulai Menurun, Norsan: Tinggal 50 Titik Api

Sinergi Pemprov Kalbar dan Tim Gabungan Berhasil Tekan Karhutla, Hotspot Kini Tinggal 100
