Bersama Wapres Gibran, Ria Norsan Tekankan Keselamatan dan Perlindungan Warga
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan turun langsung melihat kondisi kebakaran hutan dan lahan

Beritesambas.com - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan turun langsung melihat kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (10/9/2026) malam.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Rombongan melihat langsung proses pemadaman api dan kondisi kabut asap yang menyelimuti kawasan terdampak.
Sebelum menuju lokasi, rombongan terlebih dahulu melakukan evaluasi laporan terkini terkait operasi pemadaman karhutla melalui jalur darat dan udara di Posko Lanud Supadio.
Gubernur Kalbar Ria Norsan menjelaskan, evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan laporan yang diterima pemerintah sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
“Hari ini, saya mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Kehutanan, Bapak Raja Juli Antoni, beserta jajaran Forkopimda. Kami memulai agenda dengan mengevaluasi laporan terkini terkait operasi darat dan udara di Posko Lanud Supadio,” ujar Ria Norsan dalam unggahannya.
Pastikan Penanganan Tepat Sasaran
Setelah evaluasi, rombongan langsung bergerak menuju salah satu titik rawan karhutla di Desa Sungai Malaya.
Menurut Norsan, pengecekan secara langsung diperlukan untuk mencocokkan data penanganan dengan realitas di lapangan. Dengan begitu, strategi pemadaman dan mitigasi dapat dilakukan secara lebih terukur, terpadu dan efisien.
“Setelah itu, kami langsung bergerak meninjau salah satu titik rawan kebakaran di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Peninjauan ini penting untuk mencocokkan data di atas kertas dengan realita di lapangan, sehingga strategi pemadaman dan mitigasi yang kita jalankan bisa lebih terukur, terpadu, dan efisien,” katanya.
Norsan menegaskan terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan dalam penanganan karhutla. Upaya pemadaman harus efektif, namun keselamatan personel yang bertugas di tengah kondisi api dan asap juga tidak boleh diabaikan.
“Kedua, penanganan tidak boleh hanya berhenti pada padamnya api. Perlindungan terhadap warga yang terdampak kabut asap adalah keharusan, tegasnya.
Layanan Dasar Warga Tetap Dijaga
Norsan memastikan pemerintah terus memperhatikan masyarakat yang terdampak kabut asap.
Hak warga untuk memperoleh pelayanan dasar harus tetap terpenuhi selama kondisi karhutla berlangsung.
Layanan kesehatan, keberlangsungan pendidikan anak-anak hingga distribusi kebutuhan logistik harian menjadi bagian yang terus diperhatikan pemerintah.
Penanganan karhutla juga dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur. Pemerintah pusat dan daerah bersama TNI-Polri, instansi terkait serta elemen masyarakat terus memperkuat koordinasi di lapangan.
Kunjungan langsung Wapres Gibran bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan dan jajaran terkait diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam penanganan karhutla.
Dengan melihat kondisi secara langsung, pemerintah dapat memastikan strategi pemadaman dan mitigasi disesuaikan dengan situasi lapangan, sekaligus tetap mengutamakan keselamatan petugas dan perlindungan masyarakat.(adm)
Topik Terkait
Komentar
Komentar akan ditinjau terlebih dahulu sebelum ditampilkan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Silakan login untuk ikut berkomentar.
Berita Lainnya di Masyarakat

Sinergi Pemprov Kalbar dan Tim Gabungan Berhasil Tekan Karhutla, Hotspot Kini Tinggal 100
