Terbaru

Masyarakat

Pemprov Kalbar Perkuat Respons Karhutla dari Darat hingga Udara, Ria Norsan Kawal Perkembangan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sistem pelaporan harian

Berite Sambas22 Agustus 2026Diperbarui 22 Agustus 20263 menit baca2 views
Bagikan:
Pemprov Kalbar Perkuat Respons Karhutla dari Darat hingga Udara, Ria Norsan Kawal Perkembangan

Beritesambas.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sistem pelaporan harian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar kepada Gubernur Ria Norsan.

Plt Kepala BPBD Kalimantan Barat, Ridwan, mengatakan penanganan karhutla saat ini dilakukan dengan koordinasi rutin bersama berbagai unsur di lapangan. Evaluasi dilakukan melalui briefing pada pagi dan malam hari.

“Sekarang pagi itu kita selalu melaksanakan briefing dan malam hari juga kita melaksanakan briefing. Jadi satu hari kita melaksanakan briefing melihat kondisi situasi tentang apa yang terjadi di lapangan dan memutuskan untuk tindakan kita,” ujar Ridwan saat ditemui Kamis (20/8/2026) sore.

Dalam penanganan tersebut, BPBD berkoordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, Satpol PP dan unsur kehutanan. Koordinasi juga diperluas dengan BPBD kabupaten dan kota untuk memantau perkembangan di masing-masing wilayah.

“Apabila ada kejadian, kami selalu memantau dan mereka membutuhkan sesuatu bantuan, selalu kami support,” katanya.

Gubernur Terima Laporan Setiap Hari

Ridwan mengungkapkan Gubernur Ria Norsan meminta laporan penanganan karhutla disampaikan setiap hari. Laporan tersebut berisi hasil briefing, pemantauan kondisi serta langkah yang telah dilakukan tim di lapangan.

“Beliau mewajibkan kami BPBD itu melaporkan hasil dari briefing kami dan pantauan kami, pelaksanaan kami itu setiap hari. Maka kami sekarang ini jam sembilan malam, hasil dari kejadian ataupun yang sudah kami lakukan pasti kami laporkan kepada Gubernur,” jelasnya.

Menurut Ridwan, perhatian pemerintah daerah juga terlihat dari dukungan terhadap kebutuhan operasional BPBD, baik berupa fasilitas maupun anggaran.

“Kalau dukungan gubernur, kepala daerah dan wakil kepala daerah itu sangat antusias, sangat memperhatikan kami di lapangan, perubahan mengenai anggaran dan yang lainnya. Kami selalu disupport, fasilitas-fasilitas kami juga sangat disupport,” ungkapnya.

Tim Udara Masuk ke Titik Kebakaran

Selain mengandalkan penanganan dari darat, BPBD Kalbar juga mengerahkan tim udara ke sejumlah lokasi yang memiliki kapasitas kebakaran cukup besar.

Pengerahan tersebut dilakukan untuk menjangkau titik yang sulit ditangani dengan peralatan darat. Luas kawasan terbakar dan jarak sumber air menjadi salah satu kendala yang masih dihadapi petugas.

“Karena luasan tadi, peralatan-peralatan yang ada itu masih belum bisa menjangkau. Seperti tadi pagi kami ditemui teman dari Kayong, mereka untuk selang, ada penyuplai air saja masih kekurangan karena jarak ataupun luas kawasan yang terbakar dan jarak dari sumber air itu sangat jauh,” tutur Ridwan.

“Tim udara kami juga kita kerahkan sekarang ini. Ada beberapa titik yang kapasitas kebakarannya sangat besar,” lanjutnya.

Pemprov Kalbar melalui BPBD terus memantau kebutuhan penanganan dari setiap kabupaten dan kota. Setiap laporan daerah menjadi dasar untuk menentukan bentuk dukungan yang diperlukan.

Dengan sistem briefing dua kali sehari dan laporan rutin kepada Gubernur, pemerintah dapat terus mengikuti perkembangan kondisi karhutla sekaligus menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan situasi di lapangan. (adm)

Bagikan:

Komentar

Komentar akan ditinjau terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Silakan login untuk ikut berkomentar.

Berita Lainnya di Masyarakat