Command Palette

Search for a command to run...

Masyarakat

Kasus SPBU Sambas Diduga Bermasalah, Transaksi BBM Disorot

Berite Sambas

26 Desember 20252 Menit Baca11.1M views
Bagikan:
Kasus SPBU Sambas Diduga Bermasalah, Transaksi BBM Disorot

Beritesambas.com - Seorang warga Kabupaten Sambas mengaku dirugikan setelah menemukan kejanggalan serius pada riwayat pengisian BBM subsidi miliknya melalui aplikasi MyPertamina. Dalam catatan transaksi, barcode BBM subsidi milik warga tersebut tercatat digunakan untuk pengisian hingga hampir 100 liter Pertalite hanya dalam rentang waktu sekitar 30 menit di satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Berdasarkan data riwayat transaksi yang ditunjukkan kepada redaksi, pengisian terjadi pada 17 Desember 2025 di SPBU 64.794.08 yang berlokasi di Jalan Raya Sepadu, Kabupaten Sambas. Pada hari tersebut, tercatat dua transaksi beruntun menggunakan barcode yang sama.

Transaksi pertama tercatat pada pukul 06.24 WIB dengan volume 49,5 liter, disusul transaksi kedua pada pukul 06.56 WIB dengan volume 45 liter. Total BBM subsidi yang tercatat tersalurkan mencapai 94,5 liter dalam waktu kurang dari satu jam.

Padahal, menurut keterangan pemilik barcode, kendaraan yang terdaftar dalam sistem hanya memiliki kapasitas tangki sekitar 40 liter dan 43 liter, sehingga secara logika teknis dinilai tidak memungkinkan menampung BBM dengan volume sebesar itu dalam satu kali atau dua kali pengisian berdekatan.

Tak hanya itu, dalam riwayat transaksi lainnya, juga ditemukan beberapa kali pengisian dengan volume 45 liter hingga 50 liter yang berulang di SPBU yang sama. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya penyalahgunaan barcode BBM subsidi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pemilik barcode menduga, QR Code BBM subsidi miliknya telah disalin atau digunakan tanpa sepengetahuannya, sehingga kuota BBM subsidi habis sebelum ia sendiri melakukan pengisian. Akibatnya, saat hendak mengisi BBM, kuota yang seharusnya masih tersedia justru telah tercatat habis dalam sistem.

“Kendaraan saya saat itu berada di rumah dan tidak melakukan pengisian. Tapi di aplikasi tercatat pengisian dalam jumlah besar. Ini jelas merugikan,” ungkapnya.

Warga tersebut berharap pihak Pertamina Patra Niaga dan instansi terkait dapat segera melakukan penelusuran dan evaluasi terhadap SPBU yang bersangkutan, termasuk memeriksa prosedur penggunaan barcode MyPertamina oleh operator di lapangan.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk rutin mengecek riwayat transaksi BBM subsidi di aplikasi MyPertamina serta melakukan reset QR Code secara berkala agar barcode lama tidak dapat disalahgunakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun Pertamina terkait dugaan penyalahgunaan barcode BBM subsidi tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut. (adm)