Terbaru

Ekonomi dan Bisnis

Dana Operasional Tersendat, 14 Dapur MBG di Sambas Sempat Berhenti Beroperasi

Sebanyak 14 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sambas sempat menghentikan operasionalnya

Berite Sambas09 Juni 2026Diperbarui 09 Juni 20262 menit baca4 views
Bagikan:
Dana Operasional Tersendat, 14 Dapur MBG di Sambas Sempat Berhenti Beroperasi

Beritesambas.com - Sebanyak 14 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sambas sempat menghentikan operasionalnya akibat keterlambatan pencairan dana operasional dari pusat.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sambas, Dzaki, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab utama terhambatnya pencairan dana operasional untuk sejumlah SPPG di wilayah Sambas.

“Pihak SPPG menyampaikan bahwa seluruh pelaksanaan telah dilakukan sesuai regulasi yang berlaku, termasuk penyampaian laporan sisa dana kepada pimpinan,” ujar Dzaki, Selasa (9/6/2026).

Dzaki berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dari pimpinan BGN di tingkat pusat mengingat dampaknya langsung dirasakan oleh para penerima manfaat program MBG.

Ia menjelaskan bahwa setiap SPPG memiliki pagu dana operasional maksimal sebesar Rp500 juta per minggu yang disalurkan secara bertahap berdasarkan laporan penggunaan anggaran yang disampaikan oleh masing-masing kepala SPPG.

“Untuk satu SPPG, terdapat pagu maksimal dana operasional sebesar Rp500 juta per minggu,” jelasnya.

Menurut Dzaki, sistem pencairan dana yang dilakukan secara bertahap dan terpusat mengalami kendala dalam sepekan terakhir sehingga menyebabkan sejumlah dapur kehabisan modal operasional dan tidak dapat melanjutkan pelayanan.

Dari total 59 dapur SPPG yang tersebar di Kabupaten Sambas, sebanyak 14 dapur dilaporkan sempat tidak beroperasi. Sementara 35 dapur lainnya masih dapat menjalankan kegiatan dengan memanfaatkan sisa dana yang tersedia.

Meski demikian, terdapat perkembangan positif setelah sebagian dana mulai dicairkan. Berdasarkan hasil koordinasi terakhir, enam dapur SPPG dijadwalkan kembali beroperasi mulai Rabu (10/6/2026).

“Dari 14 dapur yang sempat berhenti beroperasi, sekitar 6 SPPG direncanakan akan kembali beroperasi mulai besok setelah sebagian dana mulai ditransfer. Adapun sisanya masih menunggu proses pencairan dari pusat,” kata Dzaki.

Adapun dapur MBG yang dijadwalkan kembali beroperasi berada di wilayah Semparuk, Jawai, Sajingan Besar, Sambas, Selakau dan sekitarnya.

Sementara itu, keterlambatan pencairan dana operasional juga mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemasok bahan pangan lokal. Sejumlah petani, peternak, dan pedagang yang memasok kebutuhan dapur MBG berharap persoalan administrasi tersebut dapat segera diselesaikan agar tidak berdampak terhadap kelancaran pembayaran dan keberlanjutan program.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Oleh karena itu, berbagai pihak berharap kendala pencairan dana dapat segera diatasi sehingga pelayanan kepada para siswa di Kabupaten Sambas dapat kembali berjalan normal.(adm)

Bagikan:

Berita Lainnya di Ekonomi dan Bisnis