Beritesambas.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali mencatatkan capaian positif dalam pengelolaan keuangan daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil melampaui target dengan realisasi sebesar Rp2,81 triliun atau 100,92 persen dari pagu Rp2,78 triliun, sebagaimana tercatat dalam data Kementerian Keuangan RI.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa strategi fiskal daerah berjalan secara efektif dan mampu menjawab tantangan pengelolaan keuangan di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. Optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah menjadi kunci utama dalam pencapaian tersebut.
Di bawah kepemimpinan Ria Norsan, kebijakan fiskal diarahkan tidak hanya untuk menjaga stabilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pendekatan yang diterapkan menitikberatkan pada keseimbangan antara peningkatan pendapatan dan kualitas belanja daerah.
Kebijakan fiskal yang lebih terarah ini juga memperkuat peran pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan. Dengan capaian PAD yang melampaui target, pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk mengalokasikan anggaran pada program prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat.
Program pembangunan di sektor infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi lokal menjadi fokus utama dalam pemanfaatan anggaran tersebut. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Selain itu, capaian ini juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah, terutama dalam hal pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota dan sektor swasta, guna menjaga keberlanjutan kinerja fiskal yang positif ini. (adm)
