Terbaru

Lokal

Trenggiling Masuk Permukiman Warga di Kayong Utara, Diduga Terdampak Gangguan Habitat akibat Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara tidak hanya berdampak terhadap masyarakat, tetapi juga mengancam habitat satwa liar.

Berite Sambas23 September 2026Diperbarui 23 September 20262 menit baca4 views
Bagikan:
Trenggiling Masuk Permukiman Warga di Kayong Utara, Diduga Terdampak Gangguan Habitat akibat Karhutla

Beritesambas.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara tidak hanya berdampak terhadap masyarakat, tetapi juga mengancam habitat satwa liar.

Seekor trenggiling ditemukan masuk ke permukiman warga di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Selasa (22/9/2026).

Trenggiling dengan nama ilmiah Manis javanica itu ditemukan warga bernama Nasir (50) di Dusun Sepakat Jaya.

Saat ditemukan, satwa dilindungi tersebut tersangkut pada pukat pengaman tanaman cabai di pekarangan rumah Nasir.

Nasir kemudian mengamankan trenggiling ke dalam keranjang agar satwa tersebut tidak melarikan diri maupun mengalami cedera.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada UPT KPH Wilayah Kayong sekitar pukul 09.35 WIB.

UPT KPH Wilayah Kayong merupakan unit kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Setelah menerima laporan, Kepala UPT KPH Wilayah Kayong Ponty Wijaya berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan satwa tersebut.

Namun, personel BKSDA saat itu sedang berfokus menangani karhutla di lokasi lain. Evakuasi akhirnya dilakukan oleh tim UPT KPH Wilayah Kayong.

Tim kemudian membawa trenggiling tersebut ke kawasan hutan yang dinilai aman di Taman Nasional Gunung Palung, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana.

Di lokasi tersebut, trenggiling dilepasliarkan kembali ke habitat yang dinilai lebih aman.

Kemunculan satwa liar di kawasan permukiman menjadi salah satu indikasi bahwa gangguan terhadap habitat dapat membuat satwa keluar dari kawasan alaminya untuk mencari tempat yang lebih aman.

Penanganan ini menjadi bagian dari respons Pemprov Kalbar terhadap dampak karhutla yang tidak hanya mengancam masyarakat, tetapi juga keberlangsungan habitat satwa liar.(adm)

Bagikan:

Komentar

Komentar akan ditinjau terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Silakan login untuk ikut berkomentar.

Berita Lainnya di Lokal