Pemprov Kalbar Benahi Sistem Rujukan Kesehatan, RSUD dr. Soedarso Didorong Fokus Tangani Pasien Berat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong pembenahan sistem rujukan kesehatan

Beritesambas.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong pembenahan sistem rujukan kesehatan untuk meningkatkan pemerataan pelayanan di seluruh kabupaten/kota.
Langkah ini menjadi penting menyusul tingginya beban pelayanan di RSUD dr. Soedarso Pontianak yang merupakan rumah sakit rujukan utama di Kalbar.
Direktur RSUD dr. Soedarso, Hary Agung Tjahyadi, mengatakan hampir 50 persen pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebenarnya masih memungkinkan mendapatkan penanganan di rumah sakit tipe C.
Ia menjelaskan, RSUD dr. Soedarso sebagai rumah sakit kelas A diharapkan lebih memprioritaskan pasien dengan tingkat keparahan penyakit level 2 dan 3.
Sementara pasien level 1 dapat dilayani di rumah sakit jejaring berdasarkan kemampuan masing-masing fasilitas kesehatan.
“Sekarang ini masih berebut antara level 2 dan 3 dengan level 1, yang seharusnya bisa dilayani di rumah sakit jejaring kita. Ini perlu perbaikan tata kelola rujukan,” ujarnya.
Menurut Hary, masyarakat perlu mendapatkan informasi mengenai pemanfaatan fasilitas kesehatan sesuai kondisi penyakit agar sistem rujukan dapat berjalan lebih efektif.
“Informasi ini juga perlu disampaikan kepada masyarakat, bahwa untuk penyakit-penyakit yang masih memungkinkan dilayani di rumah sakit tipe C, sebaiknya mencari pelayanan yang terdekat,” katanya.
Peningkatan kemampuan rumah sakit daerah, termasuk rumah sakit tipe C, juga menjadi bagian penting dari pemerataan pelayanan kesehatan.
Selain fasilitas medis, kapasitas tempat tidur rawat inap perlu ditingkatkan agar proses pemindahan pasien dari IGD ke ruang perawatan dapat berlangsung lebih cepat.
Sementara itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan meminta peningkatan kualitas pelayanan di RSUD dr. Soedarso ketika melakukan sidak, Senin (2/11/2026).
Norsan menyoroti keluhan masyarakat mengenai lamanya waktu tunggu untuk mendapatkan pelayanan dokter spesialis.
Ia meminta seluruh dokter dan tenaga kesehatan meningkatkan kedisiplinan serta memastikan pasien memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan.
“Saya meminta kepada para dokter yang bekerja di rumah sakit ini agar disiplin dengan waktu, karena pasien sudah lama menunggu dan membutuhkan pertolongan dengan cepat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan harus mengedepankan nilai kemanusiaan.
“Layani dengan hati, karena kesehatan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah,” pesannya.
Dengan penguatan rumah sakit jejaring dan pembenahan sistem rujukan, Pemprov Kalbar berharap pelayanan kesehatan semakin merata sehingga masyarakat di daerah dapat memperoleh penanganan medis yang berkualitas tanpa harus selalu bergantung pada rumah sakit rujukan utama di Pontianak.(adm)
Topik Terkait
Komentar
Komentar akan ditinjau terlebih dahulu sebelum ditampilkan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Silakan login untuk ikut berkomentar.
Berita Lainnya di Masyarakat

Ria Norsan Respons Kebijakan Keringanan Sanksi Pajak, Wajib Pajak Kalbar Diimbau Segera Berbenah

Bersama Gubernur Bengkulu, Ria Norsan Ajak Masyarakat Tebar Kebaikan Lewat Sajadah Fajar
