Command Palette

Search for a command to run...

Home/Lokal/Berita
Lokal

Pemprov Kalbar Intensifkan Edukasi dan Intervensi Gizi untuk Tekan Stunting

Berite Sambas

29 Mei 20262 Menit Baca1 views
Bagikan:
Pemprov Kalbar Intensifkan Edukasi dan Intervensi Gizi untuk Tekan Stunting

Beritesambas.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mengintensifkan edukasi kesehatan dan intervensi gizi sebagai langkah mempercepat penurunan angka stunting di daerah.

Berbagai program kesehatan terus diperkuat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar guna meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta mencegah munculnya kasus stunting baru di masyarakat.

Berdasarkan data aplikasi Sigizi Kesga, prevalensi stunting di Kalimantan Barat menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024 angka stunting tercatat sebesar 14,04 persen, turun menjadi 14,03 persen pada 2025 dan kembali menurun menjadi 13,56 persen pada Triwulan I 2026.

Penurunan tersebut menjadi hasil dari penguatan berbagai program intervensi kesehatan yang dijalankan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kalbar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Erna Yulianti, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah percepatan penurunan stunting meskipun terdapat perbedaan sumber data yang digunakan.

“Untuk stunting memang terdapat beberapa sumber data. Namun berdasarkan laporan real time di Sigizi Kesga, kita sudah mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, berbagai upaya penurunan tetap terus kami lakukan,” ujarnya.

Menurutnya, selain intervensi kesehatan, edukasi kepada masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

Melalui layanan posyandu dan puskesmas, masyarakat terus diberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, konsumsi Tablet Tambah Darah, pemberian ASI eksklusif, serta MPASI bergizi untuk balita.

Sepanjang 2026, sebanyak 104.791 ibu hamil di Kalbar telah menerima Tablet Tambah Darah gratis melalui layanan kesehatan di daerah.

Selain itu, sebanyak 292.769 remaja putri menjadi sasaran konsumsi Tablet Tambah Darah dan sebanyak 198.340 di antaranya telah mengonsumsi sesuai standar minimal 26 tablet.

Pemerintah Provinsi Kalbar juga menjalankan program pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronis dan balita gizi kurang melalui dukungan anggaran BOK puskesmas.

Selain edukasi dan intervensi gizi, pemantauan tumbuh kembang balita juga terus diperkuat melalui layanan posyandu di seluruh kabupaten dan kota.

Sementara itu, balita gizi buruk dan stunting yang membutuhkan penanganan medis mendapatkan pelayanan melalui fasilitas kesehatan termasuk RSUD Kalbar.

Saat ini aplikasi Sigizi Kesga telah digunakan di seluruh puskesmas kabupaten dan kota di Kalimantan Barat sebagai sistem pencatatan dan pelaporan kesehatan secara real time.

Melalui sistem tersebut, pemerintah daerah dapat lebih cepat mendeteksi potensi kasus stunting baru sehingga intervensi dapat segera dilakukan di lapangan.

Pemerintah Provinsi Kalbar optimistis penguatan edukasi kesehatan dan intervensi gizi yang dilakukan secara konsisten mampu mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi muda di Kalimantan Barat.(adm)