Terbaru

Masyarakat

Sinergi Pemprov Kalbar dan Tim Gabungan Berhasil Tekan Karhutla, Hotspot Kini Tinggal 100

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sinergi bersama

Berite Sambas04 September 2026Diperbarui 04 September 20263 menit baca1 views
Bagikan:
Sinergi Pemprov Kalbar dan Tim Gabungan Berhasil Tekan Karhutla, Hotspot Kini Tinggal 100

Beritesambas.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sinergi bersama pemerintah pusat, Forkopimda, TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD dan masyarakat peduli api.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan menurunnya jumlah hotspot secara signifikan. Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyebut, jumlah titik panas yang sebelumnya mencapai lebih dari 2.000 titik kini turun menjadi sekitar 100 titik.

BADAN BERITA 1.jpeg

Hal itu disampaikan Ria Norsan dalam Rapat Koordinasi Karhutla bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB di Lanud Supadio, Pontianak, Jumat (4/9/2026).

“Kami bersama Forkopimda dan seluruh masyarakat peduli api, Manggala Agni, TNI-Polri sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan karhutla di Kalbar,” ujar Ria Norsan.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui pengerahan personel serta sarana dan prasarana memberikan kontribusi penting dalam memperkuat penanganan di lapangan.

“Alhamdulillah, titik api itu menurun dari sebelumnya yang sempat 2.000 lebih, sekarang tinggal 100 titik,” katanya.

Meski demikian, pemerintah memastikan pemantauan dan pemadaman tetap dilanjutkan untuk mencegah kebakaran kembali meluas.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, luas lahan terbakar di Kalimantan Barat sejak awal penanganan hingga saat ini mencapai 38.310 hektare.

Namun, tidak seluruh hotspot yang terdeteksi merupakan kebakaran. Dari 166 hotspot, hasil patroli dan pengecekan visual menunjukkan 61 titik benar-benar merupakan fire spot dengan luas sekitar 802,17 hektare.

“Dari 166 hotspot, setelah dicek lewat patroli dan visual secara nyata di lapangan, yang benar-benar fire spot hanya 61 titik dengan luas sekitar 802,17 hektare,” jelas Suharyanto.

Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara. Operasi darat telah memadamkan 429,90 hektare, sedangkan water bombing sekitar 3 hektare. Masih terdapat sekitar 369,27 hektare lahan yang dalam proses penanganan.

BADAN BERITA 2.jpeg

Suharyanto mengatakan, lahan gambut menjadi tantangan karena api dapat tetap menyala di bawah permukaan.

Karena itu, pemerintah menyiapkan kombinasi operasi darat, peat injection dan Operasi Modifikasi Cuaca.

Saat ini telah dikerahkan dua helikopter satgas udara, dua helikopter patroli, dua helikopter OMC dan sembilan helikopter water bombing.

Tiga pesawat Chinook dari Pasukan Bela Diri Jepang juga dijadwalkan tiba pada Rabu mendatang.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan lima langkah strategis penanganan karhutla, yaitu memaksimalkan OMC, memperkuat water bombing, memperkuat operasi darat, melakukan penegakan hukum serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

Pemerintah juga akan melakukan mapping lebih detail per kabupaten dan kecamatan agar kebutuhan personel TNI, Polri, BPBD dan Manggala Agni dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Dalam penegakan hukum, pemerintah menegaskan tidak akan membedakan pelaku berdasarkan statusnya.

Perorangan maupun korporasi yang terbukti melakukan pembakaran akan diproses sesuai ketentuan.

Lahan yang terbakar juga akan diberi garis pengaman dan tidak diperbolehkan ditanami dalam jangka waktu tertentu sesuai peraturan perundang-undangan.

Untuk pencegahan, masyarakat diminta menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar serta membuang puntung rokok sembarangan.

“Hari ini, Kota Pontianak bahkan sudah mulai diguyur hujan,” kata Raja Juli.

Selain dukungan personel dan armada, Kementerian Kehutanan juga memberikan dukungan DAK sebesar Rp5,5 miliar untuk Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dukungan anggaran operasional lainnya akan dikoordinasikan bersama BNPB dan DPR RI untuk memperkuat sarana dan prasarana penanganan karhutla di Kalimantan Barat.(adm)

Bagikan:

Komentar

Komentar akan ditinjau terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Silakan login untuk ikut berkomentar.

Berita Lainnya di Masyarakat