Command Palette

Search for a command to run...

Masyarakat

Ricuh Aksi Mahasiswa di Pontianak, Ban Dibakar dan Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Berite Sambas

30 Agustus 20252 Menit Baca2 views
Bagikan:
Ricuh Aksi Mahasiswa di Pontianak, Ban Dibakar dan Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Beritesambas.com - Ribuan mahasiswa dari berbagai organisasi di Kalimantan Barat kembali turun ke jalan, Jumat (29/8/2025), menuntut pencopotan Kapolresta Pontianak dan sejumlah isu lain. Aksi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kalbar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, itu berakhir ricuh.

Massa yang tergabung dari GMNI, GMKI, PMKRI, BEM Untan, BEM UPGRI, Solmadapar, dan Sadpraja Street, awalnya menggelar orasi dengan damai. Namun suasana memanas ketika negosiasi dengan anggota DPRD menemui jalan buntu.

Mahasiswa menolak tawaran dialog terbatas di dalam gedung, dan bersikeras agar seluruh peserta aksi bisa ikut masuk. Ketegangan pun pecah. Ban-ban mulai dibakar, batu dan botol dilemparkan, hingga membuat polisi menembakkan gas air mata.

“Polisi seharusnya melindungi rakyat, bukan menindas. Kami minta Kapolresta segera dicopot,” ujar Mahardhika Wardana, Ketua GMNI Kota Pontianak, lantang.

Bentrok kian meluas hingga ke kawasan Tugu Digulis. Massa melempar batu dan petasan, sementara aparat menembakkan gas air mata untuk memukul mundur. Sebuah pos polisi di depan Megamall Ayani bahkan ikut dibakar massa.

Kericuhan baru mereda setelah negosiasi yang difasilitasi Kasdam XII/Tanjungpura, Brigjen TNI Putra Widyawinaya. Massa yang sebelumnya sempat ditahan polisi dikembalikan ke kelompoknya, sebelum akhirnya aksi bubar menjelang tengah malam.

Aksi ini menjadi lanjutan dari demonstrasi pada 27 Agustus lalu yang juga berakhir ricuh, dan disebut mahasiswa sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap represif aparat. (adm)