Beritesambas.com - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, membuka Musrenbang RKPD Tahun 2027 dengan menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang berkualitas, terarah, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Garuda pada Selasa (21/4/2026) tersebut menjadi forum strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah ke depan.
“Tahun 2027 merupakan tahap penting dalam RPJMD 2025–2029, di mana Kalimantan Barat memasuki fase peningkatan daya saing yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Norsan.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan Kalbar akan difokuskan pada peningkatan daya saing melalui penguatan ekonomi, peningkatan kualitas SDM, serta pemerataan pembangunan antarwilayah.
Kinerja ekonomi daerah pada tahun sebelumnya menunjukkan hasil positif, dengan pertumbuhan di atas rata-rata nasional serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
Namun demikian, Gubernur menegaskan bahwa tantangan masih perlu diatasi, terutama dalam hal keterbatasan fiskal daerah.
“Kebutuhan pembangunan 2027 diperkirakan mencapai Rp116,17 triliun, sementara kapasitas fiskal daerah hanya sekitar Rp5,59 triliun. Ini artinya kita harus mendorong investasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” tegasnya.
Target pembangunan 2027 mencakup peningkatan pertumbuhan ekonomi, perbaikan kualitas hidup masyarakat, serta pengurangan kemiskinan.
RKPD yang disusun mencakup ratusan program dan kegiatan yang terintegrasi, serta didukung usulan berbagai pihak.
Sejumlah proyek strategis juga diusulkan guna memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, pembangunan desa menjadi perhatian utama, termasuk melalui inovasi DESA SAKTI sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di desa.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengajak seluruh elemen untuk bekerja bersama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.
“Pembangunan 2027 harus benar-benar dirasakan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga kesempatan kerja yang lebih luas,” pungkasnya. (adm)
