Beritesambas.com - Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,14 persen secara year on year pada Triwulan I 2026. Berdasarkan laporan resmi Badan Pusat Statistik Kalbar, capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan dan menunjukkan kondisi ekonomi daerah terus bergerak positif.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalbar pada Triwulan I 2026 tercatat mencapai Rp86,78 triliun atas dasar harga berlaku. Pertumbuhan ekonomi daerah ditopang oleh sejumlah sektor strategis seperti perdagangan, pertanian, industri pengolahan, konstruksi, hingga pertambangan dan penggalian.
Sektor pertambangan dan penggalian menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 34,14 persen pada awal tahun 2026. Selain itu, aktivitas perdagangan dan investasi juga terus mengalami peningkatan seiring membaiknya konektivitas logistik dan pembangunan infrastruktur ekonomi daerah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat saat ini juga terus mendorong percepatan operasional Terminal Internasional Kijing untuk memperkuat distribusi barang dan mendukung pertumbuhan investasi daerah. Terminal tersebut diproyeksikan menjadi salah satu simpul logistik penting di Kalimantan Barat dalam mendukung aktivitas perdagangan regional.
“Kita terus memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan sektor unggulan, hilirisasi komoditas, penguatan UMKM, serta promosi investasi dan pariwisata daerah,” ujar Ria Norsan. Menurutnya, berbagai program strategis tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Kalbar tetap stabil dan berkelanjutan. (adm)
