Beritesambas.com - Pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Sambas dilaporkan berakhir ricuh hingga larut malam. Situasi memanas diduga dipicu oleh ketegangan antar pendukung pasangan calon, yang menilai proses pemilihan tidak berjalan sebagaimana mestinya dan mencederai prinsip demokrasi mahasiswa.
Kericuhan terjadi di sekitar lokasi pemungutan suara setelah muncul tudingan adanya praktik kecurangan antar pasangan calon. Ketegangan tersebut berkembang menjadi adu argumen hingga berujung kekacauan, sehingga memaksa sejumlah pihak berupaya menenangkan massa mahasiswa yang berkumpul.
Selain dugaan kecurangan, penyelenggara pemilu mahasiswa juga menjadi sorotan. Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) dinilai tidak bersikap independen dalam menjalankan tugasnya. Sejumlah mahasiswa menduga adanya intervensi dari pihak lain di lingkungan kampus yang seharusnya tidak terlibat langsung dalam proses pemilihan.
Kondisi tersebut memicu ketidakpercayaan mahasiswa terhadap hasil pemilihan. Beberapa pihak menyatakan bahwa demokrasi mahasiswa seharusnya menjadi ruang pembelajaran etika, transparansi, dan keadilan, bukan justru menimbulkan konflik horizontal di kalangan mahasiswa.
Akibat kericuhan tersebut, seorang mahasiswa dilaporkan sempat tidak sadarkan diri dan harus mendapatkan penanganan medis. Peristiwa ini semakin memperkuat desakan agar seluruh rangkaian pemilihan dievaluasi secara menyeluruh, termasuk mekanisme pengawasan, netralitas penyelenggara, serta penyelesaian sengketa pemilu mahasiswa.
Informasi mengenai kejadian ini diperoleh dari sumber internal kampus yang enggan disebutkan identitasnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara pemilu mahasiswa maupun otoritas kampus terkait insiden tersebut.
Dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah, seluruh pihak yang disebutkan dalam peristiwa ini masih perlu menunggu klarifikasi resmi. Mahasiswa berharap pihak kampus segera mengambil langkah tegas dan transparan guna mencegah konflik serupa terulang, serta memastikan demokrasi mahasiswa berjalan secara adil, aman, dan bertanggung jawab. (adm)