Terbaru

Masyarakat

Norsan Ungkap Pemeliharaan PLTU Bengkayang Ditargetkan 54 Hari, Minta PLN Percepat Jadi 25 Hari

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menyampaikan perkembangan pemeliharaan PLTU Bengkayang

Berite Sambas31 Oktober 2026Diperbarui 31 Oktober 20262 menit baca3 views
Bagikan:
Norsan Ungkap Pemeliharaan PLTU Bengkayang Ditargetkan 54 Hari, Minta PLN Percepat Jadi 25 Hari

Beritesambas.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menyampaikan perkembangan pemeliharaan PLTU Bengkayang yang berdampak terhadap pelaksanaan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah.

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, mengungkapkan bahwa proses pemeliharaan menyeluruh atau overhaul pembangkit tersebut dijadwalkan berlangsung selama 54 hari dan ditargetkan selesai pada 5 Desember 2026.

Informasi itu diperoleh Norsan saat melakukan peninjauan langsung ke PLTU Bengkayang untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus meminta penjelasan dari pihak PLN.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mendorong agar proses pemeliharaan dapat dipercepat menjadi sekitar 25 hari.

“Kalau bisa di pertengahan November sudah selesai,” ujarnya kepada pihak PLN.

Norsan menjelaskan, peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat mengenai pemadaman listrik bergilir yang berlangsung sekitar dua jam.

“Masyarakat kan sekarang ribut kenapa listrik ini padam-padam, jadi kita untuk menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat kita terhadap PLN,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemeliharaan menyeluruh dilakukan karena mesin pembangkit telah beroperasi selama tujuh tahun. Perawatan tersebut dibutuhkan untuk menjaga keandalan mesin agar dapat beroperasi secara optimal.

Menurutnya, informasi mengenai proses dan perkembangan pemeliharaan penting diketahui agar masyarakat memahami kondisi yang sedang terjadi serta upaya yang dilakukan untuk memulihkan pasokan listrik.

Pemprov Kalbar berharap pihak PLN dapat mengupayakan percepatan pekerjaan dengan tetap memperhatikan ketentuan teknis dan keselamatan kerja.

Pemerintah juga berharap perkembangan penanganan dapat terus disampaikan secara jelas kepada masyarakat sehingga warga memperoleh informasi mengenai proses pemulihan layanan listrik.

Dengan koordinasi antara pemerintah dan pihak PLN, pasokan listrik di Kalbar diharapkan dapat kembali stabil lebih awal dari jadwal pemeliharaan semula.(adm)

Bagikan:

Komentar

Komentar akan ditinjau terlebih dahulu sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Silakan login untuk ikut berkomentar.

Berita Lainnya di Masyarakat