Get In Touch
sambas.berite@gmail.com0821-4933-5559
Our Company
Dsn Sukamantri, Dalam Kaum, Sambas, Kalimantan Barat, 79462
Kamis, 28 Agustus 2025 - 21:15

Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi Lanjutan Tolak Kenaikan Tunjangan DPR

Penulis : Berite Sambas

Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi Lanjutan Tolak Kenaikan Tunjangan DPR

Beritesambas.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kalbar Bergerak kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kalimantan Barat, Kamis sore (28/8/2025). Aksi bertema “Kalbar Bergerak” ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sehari sebelumnya, dengan menyoroti penolakan terhadap kenaikan tunjangan DPR sekaligus kritik atas tindakan represif aparat terhadap mahasiswa.

Massa aksi yang terdiri dari berbagai BEM perguruan tinggi di Pontianak menyuarakan sejumlah tuntutan. Mereka menilai kebijakan kenaikan tunjangan DPR tidak sejalan dengan kondisi kesejahteraan guru dan dosen yang hingga kini belum mendapat perhatian layak dari pemerintah.

“Pemerintah menarik pajak dari rakyat, tapi justru memberi tunjangan besar untuk DPR. Ini bentuk ketidakadilan. Sementara guru dan dosen masih dipandang sebagai beban negara,” ujar salah satu orator di tengah kerumunan.

Massa juga mengecam pernyataan Menteri Keuangan yang dianggap merendahkan peran tenaga pendidik. Selain itu, mereka menuntut agar DPRD Kalbar lebih terbuka menerima aspirasi rakyat, bukan justru menghadapkan demonstran dengan barisan aparat.

Selama aksi, mahasiswa sempat membakar ban, menempelkan poster di pilar gedung, hingga menaikkan bendera “One Piece” di tiang kantor DPRD Kalbar sebagai simbol perlawanan.

Sekitar pukul 17.30 WIB, perwakilan massa akhirnya ditemui anggota DPRD Kalbar: Neneng (Fraksi Nasdem), Zulfidar Zaydra (Fraksi PAN), dan Maskur (Fraksi PAN). Mereka menegaskan menolak kenaikan tunjangan DPR RI serta berjanji membawa tuntutan mahasiswa ke tingkat pusat.

“Tuntutan ini akan kami sampaikan ke pimpinan DPRD dan diteruskan ke DPR RI. Semua harus selaras dengan asas keadilan,” kata Neneng.

Menjelang malam, aksi sempat memanas akibat provokasi sejumlah massa. Namun situasi kembali kondusif setelah Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Suyono, meminta mahasiswa membubarkan diri secara tertib.

Aksi lanjutan ini ditutup dengan penandatanganan tuntutan oleh DPRD Kalbar. Meski begitu, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal isu tersebut dan tidak segan kembali turun ke jalan jika aspirasi mereka diabaikan. (adm)