Get In Touch
sambas.berite@gmail.com0821-4933-5559
Our Company
Dsn Sukamantri, Dalam Kaum, Sambas, Kalimantan Barat, 79462
Selasa, 26 Agustus 2025 - 10:32

Kericuhan Warnai Penindakan PETI di Bengkayang

Penulis : Berite Sambas

Kericuhan Warnai Penindakan PETI di Bengkayang

Beritesambas.com - Aksi kericuhan mewarnai penindakan terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Bani Amas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Senin (25/8/2025) sore. Kericuhan terjadi setelah aparat Polres Bengkayang melakukan pengamanan terhadap sejumlah pelaku PETI di kawasan Jalan Sekayok.

Kejadian tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bengkayang Darwis, S.E., M.M., Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, Dandim 1209/Bky Letkol Inf. Albertinus Mariano, serta Camat Bengkayang Heri Setiyono, S.STP.

Massa yang berkumpul menyampaikan ketidakpuasan terhadap penindakan tersebut. Mereka menilai penanganan kasus PETI tidak sebanding dengan penindakan kasus narkoba yang disebut-sebut masih marak di masyarakat.

“Kami bukan melawan hukum, tapi bagaimana lagi, menambang emas ini jadi satu-satunya cara kami untuk makan sehari-hari,” ungkap seorang warga.

Selain itu, warga juga membandingkan kondisi ekonomi mereka dengan aparat.

“Kami kerja begini karena tidak ada pilihan lain, hasilnya pun tidak menentu. Sementara aparat punya gaji tetap. Jadi wajar kalau kami merasa diperlakukan tidak adil,” kata warga lainnya.

Massa kemudian mendesak agar para pelaku yang diamankan segera dibebaskan. Mereka juga meminta aparat meninggalkan lokasi setelah tuntutan dipenuhi.

“Kalau mereka dilepas, kami akan bubar dengan tenang. Tapi kalau tidak, kami akan terus bertahan di sini,” ucap salah seorang warga dalam orasi.

Setelah dilakukan pertemuan antara perwakilan masyarakat dengan pihak aparat, Polres Bengkayang akhirnya memutuskan untuk membebaskan warga yang sempat diamankan.

Namun, kericuhan sempat mengakibatkan kerusakan terhadap dua unit mobil di lokasi kejadian, yakni satu mobil patroli Polres Bengkayang dan satu mobil pribadi milik personel Polres.

Situasi kemudian berangsur kondusif setelah massa membubarkan diri usai tuntutan dipenuhi.