Beritesambas.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Sambas menjadi sorotan setelah ditemukannya buah pir yang diduga tidak layak konsumsi dalam paket makanan yang diterima salah satu siswa.
Informasi tersebut diterima redaksi dari seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya. Ia melaporkan bahwa buah pir yang diperoleh adiknya, siswa di SMPN 1 Sambas, dalam kondisi tidak segar, dengan bagian luar tampak menghitam dan bagian dalam menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
Berdasarkan dokumentasi yang diterima, terlihat buah pir dengan tekstur lembek, warna kecokelatan hingga kehitaman di bagian atas, serta terdapat indikasi kerusakan pada daging buah. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait kualitas bahan pangan yang didistribusikan kepada peserta didik.
Pelapor menyampaikan bahwa temuan ini bukan dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar evaluasi dan perbaikan dapat dilakukan ke depan, khususnya dalam pengawasan mutu makanan bagi siswa.
“Harapannya ada introspeksi dan pengawasan lebih ketat, karena ini menyangkut kesehatan anak-anak,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi pelajar. Oleh karena itu, kualitas dan keamanan makanan menjadi aspek penting yang harus dijaga secara konsisten.
Adapun distribusi makanan MBG untuk SMPN 1 Sambas diketahui berasal dari dapur penyedia yang berlokasi di Jalan Sukamantri, yang merupakan dapur pertama program MBG di wilayah Sambas.
Masyarakat berharap kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memenuhi standar kebersihan, kelayakan, dan keamanan pangan, demi melindungi kesehatan para siswa. (adm)
